Gambut di Sarolangun
Sarolangun punya sekitar 27,1 ribu ha lahan gambut menurut peta Kementerian Pertanian, atau 4,6% dari luas wilayahnya.
Ketebalan dan fungsi
Peta Fungsi Ekosistem Gambut KLHK skala 1:50.000 sudah memetakan 5.175 ha gambut di sini. 6 ha berfungsi lindung, umumnya karena gambutnya lebih tebal dari 3 meter, dan 5.169 ha berfungsi budidaya. Lapisan gambut paling tebal yang tercatat mencapai 3,5 meter.
| Kelas | Luas | Porsi |
|---|---|---|
| Sangat dangkal (< 0,5 m) | 3.016 ha | 58,3% |
| Dangkal (0,5โ1 m) | 663 ha | 12,8% |
| Sedang (1โ2 m) | 982 ha | 19% |
| Dalam (2โ3 m) | 509 ha | 9,8% |
| Sangat dalam (> 3 m) | 6 ha | 0,1% |
Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG)
Wilayah ini bersinggungan dengan 1 KHG yang batasnya sudah dipetakan rinci. KHG adalah satu kesatuan ekosistem gambut di antara dua sungai, atau antara sungai dan laut, yang pengelolaannya diatur PP 57/2016.
Kebakaran di lahan gambut
Sejak 2012, satelit VIIRS mencatat 2.907 deteksi titik panas di lahan gambut wilayah ini. Tahun terparah adalah 2015 dengan 2.015 deteksi.
Sejak 7 Oktober 2026: 7 kebakaran terkonfirmasi di lahan gambut, dari pemantauan enam sensor satelit yang dimulai hari itu.
Saat ini tidak ada kebakaran aktif yang terkonfirmasi di wilayah ini.
Kerawanan resmi
Peta Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK (1:250.000)
| Sangat tinggi | 29,4 ribu ha | 5% |
| Tinggi | 348,3 ribu ha | 59,3% |
| Sedang | 165,8 ribu ha | 28,3% |
| Rendah | 43,5 ribu ha | 7,4% |
Diperbarui 16 Oktober 2026.