Gambut di Barito Selatan
Barito Selatan punya sekitar 182,1 ribu ha lahan gambut menurut peta Kementerian Pertanian, atau 27,4% dari luas wilayahnya.
Ketebalan dan fungsi
Peta Fungsi Ekosistem Gambut KLHK skala 1:50.000 sudah memetakan 3.470 ha gambut di sini. 1.395 ha berfungsi lindung, umumnya karena gambutnya lebih tebal dari 3 meter, dan 2.075 ha berfungsi budidaya. Lapisan gambut paling tebal yang tercatat mencapai 7 meter.
| Kelas | Luas | Porsi |
|---|---|---|
| Dangkal (0,5โ1 m) | 1.187 ha | 34,2% |
| Sedang (1โ2 m) | 491 ha | 14,1% |
| Dalam (2โ3 m) | 397 ha | 11,4% |
| Sangat dalam (> 3 m) | 1.395 ha | 40,2% |
Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG)
Wilayah ini bersinggungan dengan 3 KHG yang batasnya sudah dipetakan rinci. KHG adalah satu kesatuan ekosistem gambut di antara dua sungai, atau antara sungai dan laut, yang pengelolaannya diatur PP 57/2016.
Kebakaran di lahan gambut
Sejak 2012, satelit VIIRS mencatat 12.324 deteksi titik panas di lahan gambut wilayah ini. Tahun terparah adalah 2015 dengan 4.761 deteksi.
Sejak 7 Oktober 2026: 93 kebakaran terkonfirmasi di lahan gambut, dari pemantauan enam sensor satelit yang dimulai hari itu.
Saat ini ada 7 kebakaran aktif di wilayah ini, 7 di antaranya di lahan gambut dan 5 masih menyala.
Kerawanan resmi
Peta Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK (1:250.000)
| Sangat tinggi | 34,8 ribu ha | 5,2% |
| Tinggi | 449,8 ribu ha | 67,8% |
| Sedang | 178,8 ribu ha | 26,9% |
| Rendah | 48 ha | 0% |
Diperbarui 16 Oktober 2026.