Gambut di Kalimantan Utara
Kalimantan Utara punya sekitar 170 ribu ha lahan gambut menurut peta Kementerian Pertanian, atau 2,4% dari luas wilayahnya.
Ketebalan dan fungsi
Peta Fungsi Ekosistem Gambut KLHK skala 1:50.000 sudah memetakan 5.141 ha gambut di sini. 1.144 ha berfungsi lindung, umumnya karena gambutnya lebih tebal dari 3 meter, dan 3.997 ha berfungsi budidaya. Lapisan gambut paling tebal yang tercatat mencapai 9,5 meter.
| Kelas | Luas | Porsi |
|---|---|---|
| Dangkal (0,5–1 m) | 1.606 ha | 31,2% |
| Sedang (1–2 m) | 1.839 ha | 35,8% |
| Dalam (2–3 m) | 552 ha | 10,7% |
| Sangat dalam (> 3 m) | 1.144 ha | 22,3% |
Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG)
Wilayah ini bersinggungan dengan 5 KHG yang batasnya sudah dipetakan rinci. KHG adalah satu kesatuan ekosistem gambut di antara dua sungai, atau antara sungai dan laut, yang pengelolaannya diatur PP 57/2016.
Kebakaran di lahan gambut
Sejak 2012, satelit VIIRS mencatat 122 deteksi titik panas di lahan gambut wilayah ini. Tahun terparah adalah 2014 dengan 27 deteksi.
Sejak 7 Oktober 2026: 0 kebakaran terkonfirmasi di lahan gambut, dari pemantauan enam sensor satelit yang dimulai hari itu.
Saat ini ada 1 kebakaran aktif di wilayah ini, 0 di antaranya di lahan gambut.
Kerawanan resmi
Peta Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK (1:250.000)
| Tinggi | 209,5 ribu ha | 3% |
| Sedang | 2,58 juta ha | 36,9% |
| Rendah | 4,2 juta ha | 60,1% |
Kabupaten dan kota
| Nama | Gambut (Kementan) | Gambut rinci (KLHK) |
|---|---|---|
| Nunukan | 123,9 ribu ha | 983 ha |
| Tana Tidung | 46,1 ribu ha | 4.158 ha |
Bulungan · Kota Tarakan · Malinau
Diperbarui 16 Oktober 2026.