Gambut di Boven Digoel
Boven Digoel punya sekitar 172,4 ribu ha lahan gambut menurut peta Kementerian Pertanian, atau 7,3% dari luas wilayahnya.
Ketebalan dan fungsi
Peta Fungsi Ekosistem Gambut KLHK skala 1:50.000 sudah memetakan 709 ha gambut di sini. 0 ha berfungsi lindung, umumnya karena gambutnya lebih tebal dari 3 meter, dan 709 ha berfungsi budidaya. Lapisan gambut paling tebal yang tercatat mencapai 1,5 meter.
| Kelas | Luas | Porsi |
|---|---|---|
| Dangkal (0,5–1 m) | 667 ha | 94,1% |
| Sedang (1–2 m) | 42 ha | 5,9% |
Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG)
Wilayah ini bersinggungan dengan 3 KHG yang batasnya sudah dipetakan rinci. KHG adalah satu kesatuan ekosistem gambut di antara dua sungai, atau antara sungai dan laut, yang pengelolaannya diatur PP 57/2016.
Kebakaran di lahan gambut
Sejak 2012, satelit VIIRS mencatat 457 deteksi titik panas di lahan gambut wilayah ini. Tahun terparah adalah 2015 dengan 435 deteksi.
Sejak 7 Oktober 2026: 95 kebakaran terkonfirmasi di lahan gambut, dari pemantauan enam sensor satelit yang dimulai hari itu.
Saat ini ada 98 kebakaran aktif di wilayah ini, 7 di antaranya di lahan gambut dan 1 masih menyala.
Kerawanan resmi
Peta Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK (1:250.000)
| Sangat tinggi | 6.490 ha | 0,3% |
| Tinggi | 161,7 ribu ha | 6,8% |
| Sedang | 1,66 juta ha | 70,3% |
| Rendah | 534,3 ribu ha | 22,6% |
Diperbarui 16 Oktober 2026.