Gambut Intelijen

Gambut di Penukal Abab Lematang Ilir

Penukal Abab Lematang Ilir punya sekitar 20,5 ribu ha lahan gambut menurut peta Kementerian Pertanian, atau 10,6% dari luas wilayahnya.

Buka di peta

Ketebalan dan fungsi

Peta Fungsi Ekosistem Gambut KLHK skala 1:50.000 sudah memetakan 5.503 ha gambut di sini. 2.103 ha berfungsi lindung, umumnya karena gambutnya lebih tebal dari 3 meter, dan 3.401 ha berfungsi budidaya. Lapisan gambut paling tebal yang tercatat mencapai 7,5 meter.

KelasLuasPorsi
Dangkal (0,5โ€“1 m)601 ha10,9%
Sedang (1โ€“2 m)1.204 ha21,9%
Dalam (2โ€“3 m)1.595 ha29%
Sangat dalam (> 3 m)2.103 ha38,2%

Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG)

Wilayah ini bersinggungan dengan 1 KHG yang batasnya sudah dipetakan rinci. KHG adalah satu kesatuan ekosistem gambut di antara dua sungai, atau antara sungai dan laut, yang pengelolaannya diatur PP 57/2016.

Kebakaran di lahan gambut

Sejak 2012, satelit VIIRS mencatat 1.809 deteksi titik panas di lahan gambut wilayah ini. Tahun terparah adalah 2012 dengan 633 deteksi.

2012: 633122013: 15132014: 48142015: 522152018: 5182019: 391192020: 1202021: 14212022: 8222023: 156232024: 15242025: 125
Deteksi titik panas VIIRS di lahan gambut per tahun

Sejak 7 Oktober 2026: 5 kebakaran terkonfirmasi di lahan gambut, dari pemantauan enam sensor satelit yang dimulai hari itu.

Saat ini tidak ada kebakaran aktif yang terkonfirmasi di wilayah ini.

Kerawanan resmi

Peta Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK (1:250.000)

Sangat tinggi26 ribu ha13,5%
Tinggi159,8 ribu ha83,1%
Sedang6.603 ha3,4%

Diperbarui 16 Oktober 2026.