Gambut Intelijen

Gambut di Mandailing Natal

Mandailing Natal punya sekitar 21,3 ribu ha lahan gambut menurut peta Kementerian Pertanian, atau 3,3% dari luas wilayahnya.

Buka di peta

Ketebalan dan fungsi

Peta Fungsi Ekosistem Gambut KLHK skala 1:50.000 sudah memetakan 3.040 ha gambut di sini. 621 ha berfungsi lindung, umumnya karena gambutnya lebih tebal dari 3 meter, dan 2.419 ha berfungsi budidaya. Lapisan gambut paling tebal yang tercatat mencapai 5 meter.

KelasLuasPorsi
Dangkal (0,5โ€“1 m)1.116 ha36,7%
Sedang (1โ€“2 m)822 ha27%
Dalam (2โ€“3 m)482 ha15,9%
Sangat dalam (> 3 m)621 ha20,4%

Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG)

Wilayah ini bersinggungan dengan 3 KHG yang batasnya sudah dipetakan rinci. KHG adalah satu kesatuan ekosistem gambut di antara dua sungai, atau antara sungai dan laut, yang pengelolaannya diatur PP 57/2016.

Kebakaran di lahan gambut

Sejak 2012, satelit VIIRS mencatat 1.079 deteksi titik panas di lahan gambut wilayah ini. Tahun terparah adalah 2014 dengan 892 deteksi.

2012: 28122013: 46132014: 892142015: 73152018: 2182019: 12192020: 1202021: 16212022: 1222023: 2232024: 4242025: 225
Deteksi titik panas VIIRS di lahan gambut per tahun

Sejak 7 Oktober 2026: 0 kebakaran terkonfirmasi di lahan gambut, dari pemantauan enam sensor satelit yang dimulai hari itu.

Saat ini tidak ada kebakaran aktif yang terkonfirmasi di wilayah ini.

Kerawanan resmi

Peta Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK (1:250.000)

Sangat tinggi28,6 ribu ha4,4%
Tinggi241,8 ribu ha37%
Sedang227,6 ribu ha34,8%
Rendah155 ribu ha23,7%

Peta Rawan Banjir (1:50.000)

Tinggi291 ha0%
Menengah1.204 ha0,2%
Rendah1 ha0%

Diperbarui 16 Oktober 2026.