Gambut Intelijen

Akademi Gambut · Dasar-dasar gambut

Jenis dan kematangan gambut

Fibrik, hemik dan saprik, gambut pantai dan pedalaman, gambut ombrogen dan topogen. Cara membaca jenis gambut dan apa artinya bagi pengelolaan lahan.

3 menit baca · Diperbarui 16 Oktober 2026

Tidak semua gambut sama. Dua lahan gambut yang bersebelahan bisa berbeda jauh dalam hal kematangan, kesuburan, dan cara ia bereaksi saat dikeringkan. Ada tiga cara yang umum dipakai untuk membedakannya.

Kematangan menunjukkan seberapa jauh sisa tumbuhan sudah terurai. Cara paling sederhana di lapangan adalah meremas segenggam gambut basah lalu melihat berapa banyak serat tumbuhan yang tersisa di tangan.

Pada lahan gambut alami, lapisan atas biasanya fibrik atau hemik, sedangkan lapisan yang lebih dalam bisa lebih matang. Pada lahan yang sudah lama dikeringkan dan diolah, lapisan atas justru cepat menjadi saprik karena oksigen mempercepat penguraian. Gambut yang menjadi saprik di permukaan setelah dibuka adalah tanda bahwa ia sedang kehilangan karbonnya.

Dalam satu kubah, tepinya sering bersifat topogen (masih tersentuh banjir sungai), sedangkan bagian tengahnya ombrogen.

Bagaimana jenis ini terlihat di peta

Peta resmi yang dipakai Gambut Intelijen belum memuat kematangan untuk setiap petak. Yang sudah tersedia untuk sebagian Kesatuan Hidrologis Gambut adalah kelas ketebalan dan fungsi lindung atau budidaya dari peta KLHK skala 1:50.000. Informasi kematangan biasanya hanya didapat dari pengeboran di lapangan, dan nantinya akan masuk ke lapis survei lapangan Gambut Intelijen.

Sumber