Gambut Intelijen

Akademi Gambut · Air dan hidrologi

Kanal, pengeringan dan penurunan tanah gambut

Kenapa lahan gambut yang dikeringkan terus turun beberapa sentimeter setiap tahun, bagaimana kanal mempercepatnya, dan apa akibatnya puluhan tahun ke depan.

2 menit baca · Diperbarui 16 Oktober 2026

Hampir setiap pemanfaatan lahan gambut untuk perkebunan atau pertanian dimulai dengan kanal. Kanal membuang air dari kubah agar akar tanaman tidak terendam, sekaligus menjadi jalur angkut. Masalahnya, gambut tidak bisa dikeringkan sedikit saja. Begitu air turun, serangkaian proses dimulai dan sulit dihentikan.

Kenapa tanah turun

Gambut alami sebagian besar terdiri dari air yang ditahan oleh serat tumbuhan. Saat airnya dibuang, tiga hal terjadi:

  1. Pemadatan. Gambut yang kehilangan air tidak lagi terapung oleh air di pori-porinya. Beratnya sendiri memadatkan lapisan di bawahnya. Penurunan ini paling cepat di tahun-tahun pertama setelah kanal digali.
  2. Penyusutan. Gambut yang kering menyusut seperti spons yang dijemur.
  3. Penguraian. Oksigen yang masuk memungkinkan mikroba mengurai bahan organik yang tertahan ribuan tahun. Gambut benar-benar hilang ke udara sebagai karbon dioksida.

Pemadatan dan penyusutan mendominasi di awal, tetapi dalam jangka panjang penguraianlah penyebab utama. Pengukuran di perkebunan akasia dan sawit di Sumatra menemukan permukaan gambut turun lebih dari satu meter dalam lima tahun pertama setelah drainase, lalu terus turun sekitar 4 sampai 5 cm per tahun selama kanal tetap mengeringkan lahan.

Dari ruang angkasa

Penurunan permukaan gambut kini bisa diukur dari satelit radar dengan teknik InSAR (Interferometric Synthetic Aperture Radar). Satelit Sentinel-1 melintasi tempat yang sama setiap 12 hari. Dengan membandingkan gelombang radar dari lintasan yang berurutan, perubahan tinggi permukaan sebesar beberapa milimeter bisa terdeteksi di wilayah yang luas.

Penelitian dengan data ini di seluruh Asia Tenggara menemukan bahwa penurunan tanah terjadi meluas di lahan gambut yang dikeringkan, dengan laju rata-rata beberapa sentimeter per tahun dan lebih tinggi lagi di lahan perkebunan. Pengukuran seperti ini akan menjadi salah satu mesin deteksi Gambut Intelijen, setelah hasilnya diuji terhadap pengukuran di lapangan.

Akibat jangka panjang

Penurunan beberapa sentimeter per tahun terdengar kecil, tetapi menumpuk. Dalam 25 tahun, lahan gambut bisa turun lebih dari satu meter. Lahan gambut pantai yang semula beberapa meter di atas muka sungai lama-lama mendekati muka air sungai dan air pasang. Pada titik itu kanal tidak lagi bisa membuang air keluar secara alami, lahan tergenang lebih lama setiap musim hujan, dan tanaman yang tidak tahan genangan akhirnya tidak bisa ditanam lagi. Bagian ini dibahas di Banjir di lahan gambut.

Karena itu, pengelolaan air yang baik di lahan budidaya berarti menjaga air tetap setinggi mungkin, dengan pintu air dan sekat kanal, bukan sekadar membuangnya secepat mungkin.

Sumber