Gambut Intelijen

Akademi Gambut · Pemanfaatan dan restorasi

Restorasi gambut

Membasahi kembali, menanam kembali, dan menghidupkan ekonomi warga. Cara kerja sekat kanal, timbun kanal dan sumur bor, serta tantangan restorasi di lapangan.

2 menit baca · Diperbarui 16 Oktober 2026

Restorasi gambut adalah upaya mengembalikan fungsi ekosistem gambut yang rusak, terutama fungsinya menyimpan air. Setelah kebakaran besar 2015, pemerintah membentuk Badan Restorasi Gambut (BRG) lewat Perpres 1/2016, yang kemudian diperluas menjadi Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) lewat Perpres 120/2020.

Pendekatan yang dipakai dikenal sebagai 3R: rewetting (pembasahan kembali), revegetation (penanaman kembali), dan revitalization of livelihoods (revitalisasi mata pencaharian).

Pembasahan kembali

Langkah pertama dan terpenting adalah mengembalikan air. Tanpa air, penanaman kembali akan mati kekeringan atau terbakar.

Penanaman kembali

Lahan gambut yang sudah terbakar berulang sering ditumbuhi pakis dan semak yang mudah terbakar lagi. Penanaman kembali memakai jenis asli rawa gambut seperti jelutung, balangeran, gelam dan meranti rawa, dengan bibit dari persemaian lokal. Penanaman bisa dengan bibit, dengan biji langsung, atau dengan membiarkan suksesi alami berjalan setelah air kembali. Kunci keberhasilannya tetap air: bibit di lahan yang masih kering jarang bertahan lewat kemarau pertama.

Revitalisasi mata pencaharian

Restorasi hanya bertahan kalau masyarakat di sekitarnya mendapat manfaat. Program revitalisasi mendukung usaha yang cocok dengan gambut basah, seperti perikanan, madu kelulut, anyaman purun, sagu, dan pertanian tanpa bakar. Desa Peduli Gambut adalah salah satu program yang menempatkan desa sebagai pelaku restorasi.

Tantangan di lapangan

Restorasi gambut tidak selesai saat sekat kanal dibangun. Masalah yang sering muncul:

Karena itu pengukuran tinggi muka air tanah yang rutin adalah bagian dari restorasi itu sendiri. Hanya dengan angka TMAT yang tercatat, keberhasilan pembasahan bisa dinilai secara jujur.

Sumber